Sponsors Link

4 Bahaya Penggunaan Antibiotik Jerawat

Sponsors Link

Dalam mengobati sebuah jerawat banyak cara yang bisa dilakukan. Namun tidak semua cara atau obat yang digunakan untuk mencegah jerawat dianggap aman. Faktanya sejumlah obat justru membuat kulit wajah menjadi lebih parah sehingga diperlukan cara mencegah jerawat datang kembali. Sebagian besar orang yang memiliki kulit berjerawat cenderung akan memilih obat yang dapat membuat jerawat di wajah hilang dengan cepat. Padahal beberapa obat jerawat yang dianggap ampuh sebagai cara menghilangkan jerawat dalam waktu yang relatif cepat belum tentu aman digunakan.

Sponsors Link

Salah satu cara menghilangkan jerawat yang cukup banyak diminati yakni dengan menggunakan antibiotik. Antibiotik dianggap ampuh untuk cara menghilangkan jerawat secara cepat dan dalam waktu singkat. Dan dalam waktu singkat dapat dikatakan jerawat tidak lagi datang. Atau sebaliknya, jerawat akan muncul lagi dengan jumlah yang banyak dan semakin parah.

Oleh karena itulah, pengobatan instan terkadang menjadi langkah tercepat sebagai cara menghilangkan bekas jerawat alami namun dapat memberikan efek buruk jangka panjang. Begitu pula dengan antibiotik sebagai pengobatan untuk jerawat. Ada baiknya harus diketahui terlebih dulu apakah penyebab jerawat dari faktor internal maupun eksternal. Sebagai pertimbangan dalam memilih antibiotik untuk obat jerawat, berikut beberapa bahaya antibiotik jika digunakan untuk menghilangkan jerawat.

Jenis-jenis Antibiotik yang Berbahaya

Berdasarkan kategorinya, antibiotik dibagi menjadi tiga jenis yaitu.

  • Antibiotik Oral.

Antibiotik ini berupa tablet, kapsul, pil atau sirup. Penggunaan antibiotik hanya terbatas untuk dikonsumsi. Pilihlah antibiotik yang berisikan daftar tumbuhan penghilang jerawat.

  • Antibiotik Topikal

Jenis antibiotik ini biasanya digunakan di luar khususnya pada kulit yaitu seperti salep, lotion atau semprotan. Beberapa jenis cream obat penghilang bekas jerawat tersedia di apotek.

  • Antibiotik Suntikan

Antibiotik ini umumnya diberikan pada penderita sakit yang serius yakni dengan cara langsung disuntikan atau melalui infus. Dalam kasus yang lebih ekstrim, chemical peeling untuk wajah berjerawat diperlukan.

Berikut ini bahaya antibiotik untuk jerawat :

1. Mengganggu Sistem Pencernaan

Jenis antibiotik tertentu yang dikonsumsi ternyata efektif sebagai cara mencegah jerawat datang kembali namun berefek pada sistem pencernaan. Terutama jika antibiotik yang dikonsumsi tersebut tidak sesuai dengan dosis dan berlebihan. Efek sampingnya dapat mengakibatkan usus dan lambung terganggu. Beberapa gangguan tersebut dapat menyebabkan mual, muntah dan diare. Jika kondisi ini terjadi, hentikan pemakaian antibiotik tersebut dan segera periksa kesehatan.

2. Reaksi Alergi

Beberapa antibiotik yang tidak diterima tubuh dapat menimbulkan reaksi alergi. Menggunakan antibiotik sebagai perawatan wajah berjerawat dan berminyak justru akan berbahaya. Reaksi alergi terhadap antibiotik biasanya seperti timbulnya ruam dan gatal, hingga mengalami pembengkakan pada kelopak mata dan bibir hingga bisa menyebabkan gangguan pernapasan.

Sponsors Link

3. Menyebabkan Bakteri Lebih Tahan Pada Antibiotik

Pemakaian antibiotik terutama secara berlebihan justru dapat membuat bakteri baik dalam tubuh akan terbunuh, sehingga yang tertinggal hanya bakteri jahat yang bisa bermutasi berlebihan. Sehingga pemakaian antibiotik tidak lagi berfungsi karena bakteri jahat menjadi resisten atau tahan terhadap antibiotik. Oleh karenanya, diperlukan sebuah langkah cara mengatasi jerawat yang meradang.

4. Menyebabkan Jerawat Muncul Lebih Banyak

Dalam jangka pendek, antibiotik memang penghilang jerawat yang ampuh dalam mengusir jerawat. Namun efek jangka panjangnya, antibiotik justru akan menyebabkan jerawat muncul lagi bahkan dengan jumlah yang cukup banyak dan semakin parah. Hal ini bisa jadi disebabkan karena jenis kulit tidak sesuai dengan jenis antibotik yang digunakan. Oleh karenanya, akan lebih baik jika berkonsultasi terlebih dahulu untuk menentukan jenis antibiotik yang tepat untuk jenis kulit tertentu.

Berikut ini adalah beberapa jenis antibiotik jerawat yang berbahaya :

  • Erythromycin

Jenis antibiotik ini dianggap berbahaya karena memberikan efek buruk seperti menyebabkan mual dan sakit perut. Namun, jenis antibiotik Erythromycin ini dinilai paling ampuh mengatasi jerawat karena diketahui dapat membunuh bakteri serta memiliki sifat anti inflamasi, sehingga berperan dalam mengurangi pembengkakan jerawat. Oleh karenanya, diperlukan pengawasan medis terkait penggunaan jenis antibiotik ini.

  • Tetracycline

Jenis antibiotik ini merupakan antibiotik yang paling sering digunakan untuk mengobati jerawat. Namun dibalik kegunaanya sebagai obat penghilang jerawat yang ampuh, antibiotik ini menyimpan bahaya. Dalam jangka pendek, Tetracycline dapat membuat penurunan kadar vitamin D di dalam tubuh serta menyebabkan diare. Dalam jangka panjang, penggunaan antibiotik jenis ini dapat mengakibatkan tekanan pada otak. Beberapa jenis antibiotik ini seperti Doxycycline, Demeclocycline, Oxytetracycline, serta Minocycline.

  • Minocycline

Antibiotik Minocycline merupakan salah satu jenis dari golongan antibiotik Tetracycline yang juga menjadi antibiotik yang sering digunakan sebagai cara menghilangkan jerawat dan bekasnya. Namun pemakaian dalam jangka panjang bisa menghambat proses pertumbuhan tulang dan gigi. Selain itu, jenis antibiotik ini mengakibatkan kerusakan gigi seperti gigi berlubang dan dapat merubah warna gigi menjadi kuning kecoklatan.

Sponsors Link

Jenis Perawatan Jerawat Menggunakan Antibiotik yang Aman

Jika antibiotik memang dibutuhkan untuk mengobati jerawat atau telah berdasarkan anjuran dokter kulit, maka boleh saja menggunakan antibiotik untuk meredakan jerawat di wajah. Mengatasi jerawat di punggung dan dada jelas berbeda cara untuk mengatasi jerawat pada wajah. Namun jangan kuatir, ada solusi jerawat yang tidak kunjung sembuh tapi tentunya harus digunakan secara tepat dan aman. Berikut jenis perawatan jerawat menggunakan antibiotik yang aman.

  • Sesuai dosis yang dianjurkan

Antibiotik diperlukan untuk mengurangi pembengkakan jerawat dengan cepat. Namun, ada baiknya untuk menggunakan berdasarkan anjuran dan sesuai dengan resep dokter serta pemakaiannya dengan dosis yang tepat. Penggunaan yang berlebihan justru akan menimbulkan berbagai efek samping terutama pada kesehatan. Sebagai gambaran, dosis yang diberikan biasanya sudah disesuaikan dengan kondisi tubuh penderita.

  • Sesuai jangka waktu yang ditentukan

Mengunakan antibiotik jerawat tidak dianjurkan untuk jangka waktu yang lama. Pemakaian antibiotik biasanya hanya dilakukan selama 6-8 minggu. Tidak dianjurkan untuk menggunakannya kembali melebihi jangka waktu yang telah ditentukan. Jika tidak dihentikan, banyak resiko kesehatan yang akan menyerang dan justru menjadi penyebab jerawat bernanah dan berdarah.

  • Pilih antibiotik yang terdaftar

Dalam memilih antibiotik sebagai cara menghilangkan jerawat nasi harus jeli dan teliti. Jangan sampai jenis antibiotik yang dipilih tidak terdaftar atau illegal. Antibiotik yang seperti ini biasanya mempunyai resiko fatal untuk kesehatan karena kandungan antibiotik yang tidak tepat. Pilihlah antibiotik yang terbuat dari bahan alami seperti tumbuhan pengihlang jerawat. Cari referensi atau sumber yang terpercaya sebelum memilih jenis antibiotik tertentu agar terhindar dari segala kemungkinan resiko buruk.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Friday 15th, April 2016 / 07:46 Oleh :
Kategori : Pengobatan