Sponsors Link

10 Cara Menghilangkan Jerawat Akibat Cream Pemutih Paling Ampuh

Sponsors Link

Memiliki kulit putih, mulus, tanpa jerawat adalah impian setiap wanita. Namun terkadang jerawat muncul di kulit dan sangat mengganggu penampilan. Penyebab jerawat jerawat sendiri bermacam-macam, mulai dari penyebab jerawat di ketiak, penyebab jerawat di jidat, penyebab jerawat di alis,  hingga penyebab jerawat di dada. Para wanita tidak jarang memilih jalan pintas untuk mendapatkan kulit yang putih dan bebas jerawat. Salah satunya adalah dengan menggunakan cream pemutih. Penggunaan krim pemutih yang mengandung bahan kimia menimbulkan banyak efek samping yang membahayakan, termasuk jerawat.

Sponsors Link

Beberapa jenis jerawat yang sering muncul sebagai akibat penggunaan cream pemutih antara lain:

  • Blackhead atau komedo hitam adalah sejenis komedo terbuka yang ada di pori-pori kulit wajah. Komedo terbuka lebih mudah disembuhkan dari komedo yang tertutup.
  • Whitehead atau komedo putih adalah jenis komedo tertutup yang menonjol pada permukaan kulit wajah. Penyembuhannya sendiri relatif lebih sulit dari komedo hitam.
  • Papula adalah komedo tertutup yang sudah pecah. Papula meninggalkan rasa nyeri yang menyengat. Jenis jerawat ini kadang bergerombol dan kulit akan bertekstur kasar seperti amplas.
  • Pustula adalah jerawat padat yang lunak di puncaknya. Jerawat ini berisi nanah dan darah serta menyebabkan kulit sedikit melepuh.
  • Nodul atau jerawat nodul tumbuh di bawah lapisan kulit. Penyebab jerawat nodul bermacam-macam dan dapat menyebabkan luka pada kulit.

Cara menghilangkan jerawat akibat cream pemutih tergantung kondisi jerawat yang ada pada wajah dan tujuan perawatannya. Sekedar menghilangkan flek dan noda hitamnya atau mencegah jaringan parut yang muncul di kulit.

Sebelum melakukan pengobatan jerawat, langkah pertama yang dilakukan ketika wajah Anda ditumbuhi jerawat akibat krim pemutih adalah:

  • Menghentikan pemakaian krim tersebut agar jerawat tidak semakin parah dan efek samping dapat segera dihentikan.
  • Berkonsultasi pada dokter kulit tentang jerawat yang Anda alami. Apakah jerawat tersebut disebabkan oleh cream pemutih atau karena ada penyebab yang lain.
  • Melakukan upaya pengobatan yang disarankan oleh dokter, baik itu menggunakan tindakan atau dengan obat-obatan.

Berikut ini adalah beberapa cara menghilangkan jerawat akibat cream pemutih yang harus dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter.

1. Benzoil peroxida

Penggunaan benzoil peroxida harus di bawah pengawasan dokter. Bahan aktif ini bekerja sebagai pembunuh bakteri yang menyebabkan jerawat dan menyembuhkan jerawat dengan lebih cepat. Benzoil peroxida biasanya dijual dalam bentuk salep atau krim di apotek dengan kadar yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat keparahan jerawat. Efek samping yang mungkin muncul antara lain adalah kemerahan pada kulit, pengelupasan, dan kulit menjadi sangat kering. Untuk mencegahnya, gunakan benzoil peroxida setelah berkonsultasi dengan dokter.

2. Retinoic acid

Zat ini adalah metabolid atau turunan dari vitamin A. Obat ini sangat berguna untuk mengobati jerawat dan komedo. Retinoic acid bekerja dengan merangsang pertumbuhan sel-sel kulit baru yang lebih sehat, meredakan peradangan pada jerawat sehingga jerawat cepat mengering dan sembuh. Obat ini bisa menimbulkan efek samping seperti kulit gatal-gatal, jerawat yang semakin parah, dan sensitif terhadap matahari.Oleh karena itu gunakan obat ini hanya dengan anjuran dokter.

3. Azelaic acid

Cara menghilangkan jerawat karena cream pemutih selanjutnya adalah dengan azelaic acid. Azelaic acid atau asam azelaic berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan membunuh bakteri penyebab jerawat. Obat ini bisa mengobati jerawat dan komedo yang tergolong ringan. Tidak seperti obat penghilang jerawat lainnya, asam azelaic tidak akan membuat kulit sensitif terhadap sinar matahari. Namun kulit tetap kemerahan dan kering, serta kadang terasa gatal, panas, dan perih.

Sponsors Link

4. Retinoid topikal

Retinoid topikal mampu menyembuhkan jerawat langsung dari dalam. Obat ini mencegah terjadinya penyumbatan pada folikel rambut yang disebabkan sel kulit mati. Retinoid topikal juga menekan produksi sebum pada wajah. Kandungan retinoid topikal biasanya ada pada krim adapalene yang dijual di apotik. Kadar pemakaian tentu disesuaikan dengan anjuran dokter. Sama seperti benzoil peroxida, obat ini akan menimbulkan kemerahan pada kulit saat terkena sinar matahari. Efek samping lainnya adalah kulit menjadi sangat kering dan memerah.

5. Antibiotik topikal

Sama halnya dengan retinoid topikal, antibiotik topikal bekerja membunuh bakteri yang bisa menginfeksi folikel rambut yang sudah tersumbat oleh kotoran atau sel kulit mati. Pemakaian obat ini harus dengan resep dokter karena penggunaan yang sembarangan bisa menyebabkan kulit terasa panas, merah, iritasi, dan mengelupas. Antibiotik topikal dijual dalam bentuk cair atau gel.

Umumnya pengobatan jerawat dengan antibiotik topikal berlangsung selama 6 minggu sampai 2 bulan. Jika lebih dari itu dan jerawat belum sembuh, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.

ads

6. Tablet antibiotik

Cara menghilangkan jerawat akibat cream pemutih juga bisa dilakukan dengan tablet antibiotik. Pengobatan dengan cara ini dilakukan jika jerawat sudah sangat parah akibat jerawat meradang. Penggunaannya biasanya bersamaan dengan obat topikal untuk hasil yang cepat dan maksimal. Untuk hasilnya sendiri tergantung pada seberapa parah jerawat yang diderita. Jika masih ringan, dalam 6 minggu jerawat akan sembuh total. Namun pada kondisi jerawat yang parah pengobatan bisa memakan waktu hingga 6 bulan.

Sama dengan obat penghilang jerawat sebelumnya, tablet antibiotik akan membuat kulit Anda sensitif dan kemerahan saat terkena sinar matahari.

7. Tablet isotretinoin

Obat jerawat yang satu ini berbentuk tablet minum. Tablet isotretinoin bekerja dengan mencegah penyumbatan yang terjadi pada folikel rambut serta membunuh bakteri penyebab jerawat dengan sangat efektif. Obat ini akan meredakan pembengkakan pada jerawat dan mengurangi kemerahan pada kulit di sekitar jerawat.

Pada minggu-minggu pertama pengobatan dengan tablet ini, jerawat akan semakin banyak karena pembersihan kulit secara merata sedang dilakukan. Kondisi ini masih tergolong normal dan bukan merupakan efek samping obat. Obat isotretinoin disarankan hanya pada jerawat yang sangat parah dan tidak bisa disembuhkan dengan cara lain. Oleh karena itu, biasanya hanya dokter spesialis saja yang berani memberikan resep ini.

Efek samping yang mungkin muncul adalah naiknya kadar gula dalam darah, kekeringan parah di area kulit wajah dan bibir, radang kelopak mata, iritasi mata, dan pada beberapa kasus menyebabkan urine berdarah.

8. Anti androgen

Anti androgen adalah sejenis obat yang dosisnya lebih tinggi dari anti biotik. Penggunaan obat ini biasanya dipilih oleh dokter jika anti biotik tidak mampu menyembuhkan jerawat. Obat ini bekerja dengan menekan produksi hormon androgen pada wanita. Hormon androgen yang berlebihan memicu tingginya produksi sebum yang mengakibatkan jerawat.

9. Chemical peeling

Chemical peeling atau peeling kimia adalah cara menghilangkan jerawat akibat cream pemutih tanpa menggunakan obat. Prosedur ini dilakukan untuk menumbuhkan lapisan kulit baru yang lebih sehat dengan menggunakan bahan kimia jenis asam salisilat. Peeling kimia tidak bisa dilakukan sembarangan, melainkan oleh dokter kecantikan yang sudah ahli.

10. Injeksi steroid

Suntik steroid atau injeksi steroid adalah sebuah prosedur yang dilakukan oleh dokter. Injeksi steroid dilakukan dengan menyuntikkan obat-obatan steroid pada kulit yang berjerawat.

Itulah berbagai cara menghilangkan jerawat akibat cream pemutih yang harus dilakukan atas pengawasan dokter. Mengobati jerawat memang tidak mudah dan harus dilakukan dengan cara yang tepat. Karena jika salah langkah, jerawat justru akan semakin menjadi dan lebih sulit untuk dihilangkan.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

,
Post Date: Tuesday 24th, October 2017 / 07:40 Oleh :
Kategori : Pengobatan