Sponsors Link

Jerawat Dipencet atau Dibiarkan? Ini Fakta Baik dan Buruknya!

Sponsors Link

Pernahkah anda mendengar bahwa memencet jerawat sebenarnya diperbolehkan? Atau justru apa yang anda dengar adalah jangan pernah memencet jerawat? masalah kulit yang satu ini memang tidak pernah habis diperbincangkan. Jerawat sebagai salah satu masalah kulit paling umum dan paling sering dialami oleh kebanyakan orang ini memang sering menimbulkan asumsi-asumsi yang terkadang menjadi momok menakutkan. Salah satu nya adalah mengenai jerawat dipencet atau dibiarkan saja. Lalu mana yang benar, apakah jerawat sebenarnya boleh dipencet atau tidak boleh dipencet? Bagi anda yang sedang penasaran dan ingin mengetahui jawabannya, maka wajib menyimak beberapa ulasan berikut ini mengenai jerawat dipencet atau dibiarkan.

Sponsors Link

Memencet Jerawat

Kebiasaan yang satu ini memang sering dilakukan, terutama ketika jerawat yang sudah diobati tidak kunjung sembuh. Banyak orang yang beranggapan memencet jerawat dapat membantu mempercepat proses pengeringan jerawat, sehingga jerawat akan lebih cepat hilang. Tapi apakah benar asumsi tersebut? berikut penjelasannya.

Memencet jerawat adalah suatu upaya untuk mengeluarkan isi jerawat atau mengeluarkan penyumbat pori-pori kulit. Dimana diharapkan setelah mengeluarkan isi jerawat, maka jerawat akan kering dan menghilang. Tapi tahukah anda bahwa memencet jerawat memang ada yang diperbolehkan tetapi ada pula yang tidak diperbolehkan.

Menurut beberapa informasi, jerawat yang diperbolehkan atau bahkan jika bisa memang harus dipencet adalah jenis jerawat yang masih berupa sumbatan komedo atau yang biasa disebut sebagai komedojenik. Jenis jerawat ini memang disarankan untuk dipencet, karena jerawat ini memiliki sifat anaerob. Jerawat ini perlu dipencet agar komedo didalamnya yang menyumbat pori-pori kulit dapat dikeluarkan dan sumbatan dapat terbuka. Karena bersifat anaerob maka ketika terbuka dan terkena udara maka jerawat akan secara otomatis mati, dan menghilang.

Berbeda dengan jenis jerawat komedojenik, jerawat yang sudah meradang dan memerah lah yang tidak boleh dan dilarang untuk dipencet. Mengapa demikian? Karena jika jerawat yang meradang dipencet, maka nantikan justru akan meninggalkan noda hitam bekas jerawat di kulit anda. Tidak hanya akan meninggalkan bekas jerawat, tetapi jenis jerawat ini jika dipencet justru akan membuat jerawat semakin banyak hingga dapat menyebabkan infeksi hingga tumbuhnya jerawat lebih banyak lagi. Terlebih lagi memencet jerawat hanya akan menimbulkan rasa nyeri yang tidak tertahankan, itulah mengapa terdapat pula bahaya memencet jerawat.

Jika dilihat dari penjelasan diatas memang berarti bahwa jerawat boleh dipencet atau tidak boleh dipencet tergantung pada jenis jerawat yang tumbuh di kulit anda. Lalu bagaimana jika jerawat dibiarkan saja? Berikut penjelasan lebih lanjutnya.

Membiarkan Jerawat

Segala sesuatu tentang jerawat memang sangat membingungkan, termasuk apakah jerawat dipencet atau dibiarkan saja. Seperti apa yang telah dijelaskan diatas bahwa memencet jerawat memang harus tergantung pada jenis jerawat yang tumbuh. Jika salah memencet jerawat, maka justru akan membahayakan kondisi kulit dan memperparah jerawat.

Menurut beberapa informasi, jerawat sebenarnya akan hilang dengan sendirinya jika dibiarkan saja. Dibiarkan disini bukan berarti tidak melakukan apa-apa, namun berarti bahwa tidak terlalu sering disentuh maupun ditekan. Selain itu, membiarkan jerawat juga berarti bahwa anda harus tetap menjaga kebersihan dan kesehatan kulit anda agar bakteri penyebab jerawat tidak berkembangbiak dan menyebabkan peradangan pada jerawat.

Menjaga kebersihan dan kesehatan kulit anda dapat dilakukan dengan cara yang mudah, anda hanya perlu mencuci wajah secara rutin minimal dua kali dalam sehari seperti pada pagi dan malam hari sebelum tidur. Anda juga perlu memperhatikan cara mencuci muka yang benar untuk menghilangkan jerawat agar jerawat lebih cepat sembuh. Akan lebih baik pula jika anda dapat mengatur pola hidup sehat setiap harinya.

Jerawat di Pencet atau Dibiarkan?

Setelah memahami beberapa penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa akan lebih baik jika jerawat dibiarkan saja dibandingkan dengan di pencet. Mengapa demikian? Karena seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa memencet jerawat akan lebih beresiko terhadap hal buruk pada kulit dan jerawat anda, seperti menimbulkan bopeng bekas jerawat maupun memperparah kondisi jerawat. Sedangkan membiarkan jerawat justru dapat membantu proses penyembuhan jerawat lebih cepat dan tidak beresiko buruk.

Dibandingkan memencet jerawat, sebaiknya anda melakukan berbagai macam pengobatan jerawat yang banyak direkomendasikan. Sebagai contoh seperti menggunakan bahan-bahan alami atau masker dan obat jerawat alami, maupun dengan menggunakan obat dan salep antibiotik agar bakteri penyebab jerawat dapat di lawan dengan baik. Melakukan perawatan terhadap jerawat dibandingkan dengan memencet jerawat juga tidak terlalu beresiko buruk terhadap jerawat maupun kulit anda, justru jerawat secara efektif dapat disembuhkan tanpa efek samping,

Memang ada jenis jerawat yang dapat dipencet, tetapi akan lebih baik jika anda mengonsultasikan jerawat anda kepada dokter kulit terlebih dahulu dan menanyakan apakah jenis jerawat anda dapat dipencet atau tidak. Hal ini untuk mencegah dampak buruk dari memencet jerawat yang pastinya tidak diinginkan.

Demikian ulasan mengenai jerawat di pencet atau dibiarkan, semoga informasi diatas dapat bermanfaat.

ads
, , ,
Oleh :
Kategori : Pencegahan
Doctors Talk

Seberapa tahu anda tentang jerawat ? dr. Deasy Thio, Sp.KK, Menjelaskan A-Z fakta mengenai jerawat, Yuk simak agar terbebas dari jerawat.