Sponsors Link

14 Penyebab Jerawat pada Anak dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Permasalahan dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh jerawat biasanya menjadi masalah bagi wanita dewasa dan gadis yang beranjak remaja. Namun jangan salah, kini jerawat juga bisa menyerang anak-anak. Pada anak yang berusia hingga 7 tahun, jerawat yang menyerang mereka adalah acne vulgaris yang ditandai dengan adanya komedo pada anak.

Sponsors Link

Jenis jerawat yang paling umum menyerang anak-anak adalah bruntusan pada wajah. Bruntusan ini berupa bentolan kecil dan membatu yang tersebar pada seluruh permukaan kulit. Mengapa anak bisa terserang jerawat? Penyebab jerawat pada anak bisa muncul juga, berikut penjelasannya :

1. Biang keringat

Anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan umumnya sangat aktif dalam kesehariannya. Tidak peduli cuaca sedang panas terik, anak tetap melakukan kegiatan dengan bersemangat seperti sekolah dan bermain. Semua aktivitas anak menyebabkan produksi keringat mereka tinggi. Produksi keringat yang tinggi serta paparan panas matahari secara terus menerus memunculkan biang keringat pada anak. Biang keringat seperti ruam merah yang tersebar di seluruh permukaan kulit seperti wajah, punggung, dada, dan paha.

Pada kondisi yang parah, biang keringat akan mengalami inflamasi dan bernanah. Biang keringat tidak hanya menyerang anak-anak saja tetapi juga orang dewasa.

2. Impetigo

Impetigo juga bisa menyebabkan munculnya jerawat pada anak. Impetigo adalah penyakit infeksi kulit yang sangat rentan menyerang anak-anak. Penyakit ini juga menular. Impetigo umumnya menyerang wajah, lengan dan tungkai. Infeksi kulit impetigo menyebabkan kulit anak membentuk bintil-bintil kecil berisi nanah (pustula) yang bisa melepuh setiap saat. Jika nanah yang melepuh mengenai bagian kulit yang lain atau mengenai kulit orang lain, maka kulit yang terkena nanah itu pun juga akan mengalami infeksi yang sama.

Durasi penyakit ini tidak lama, hanya 1 hingga 3 hari dengan penanganan yang tepat.

Baca juga:

3. Bisul yang disebabkan oleh bakteri

Jerawat bisul adalah jenis yang paling umum menyerang anak-anak. Bisul dapat berkembang menjadi jerawat jika berisi dengan nanah. Bisul pada anak biasanya disebabkan infeksi bakteri jenis Staphylococcus aureus. Tidak hanya menyerang bagian wajah, bisul juga rentan menyerang bagian tubuh anak yang berambut, tersembunyi, dan sering berkeringat seperti ketiak, paha, dan pantat.

Bakteri jenis ini secara khusus memang menyerang folikel rambut dan kulit anak yang tergores atau terluka.

4. Milia

Milia adalah kondisi bawaan anak sejak lahir. Banyak anak yang terlahir dengan kondisi kulit terdapat bintik-bintik putih di wajahnya. Bintik-bintik inilah yang disebut dengan Milia. Milia menyerang anak karena pori-pori yang tersumbat keratin, protein yang diproduksi oleh kulit. Namun Milia biasanya akan segera hilang beberapa minggu setelah kelahiran anak.

Baca juga:

5. Ruam merah

Ruam merah pada bayi dan anak biasanya disebabkan oleh dua hal: ruam akibat susu dan popok. Ruam akibat susu menyebabkan kulit anak memerah, namun akan hilang dalam beberapa hari. Sementara ruam popok adalah kemerahan pada kulit pantat bayi akibat popok yang sudah basah dan lembab yang dipakai terlalu lama. Ruam yang parah dapat menyebabkan kulit anak membengkak, melepuh, dan kering. Ruam popok akan sembuh jika diolesi salep khusus untuk ruam. Namun jika ruam anak parah, sebaiknya bawa ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Sponsors Link

6. Sebum dari kelenjar keringat

Sama halnya seperti kulit orang dewasa, kulit anak juga bisa memproduksi sebum. Sebum diproduksi oleh kelenjar kulit pada lapisan yang dalam. Sebum tumbuh menjadi jerawat jika ia naik hingga keluar melalui pori-pori kulit. Pada masa pubertas, khususnya, anak akan mengalami peningkatan hormon yang memicu peningkatan produksi sebum.

Baca juga:

7. Bakteri yang tumbuh dari sebum

Ketika sebum naik ke permukaan kulit dan muncul melalui pori-pori kulit, pada saat yang sama salah satu bakteri penyebab jerawat yakni P. acnes dapat tumbuh subur dalam sebum yang semakin memicu tumbuhnya jerawat.

ads

8. Alergi makanan

Anak-anak sangat rentan terkena alergi, terlebih akibat susu atau makanan. Reaksi alergi yang paling sering muncul adalah bintil-bintil merah pada wajah. Pada alergi yang parah, binti-bintil ini akan berair dan bernanah.

Baca juga:

9. Hormon pubertas

Masa peralihan dari anak-anak menuju remaja atau pra remaja adalah saat-saat dimana jerawat rentan menyerang anak. Perubahan hormon yang terjadi membuat tubuh anak harus beradaptasi. Peningkatan hormon ini salah satunya adalah produksi minyak berlebih pada wajah yang memicu munculnya jerawat.

Mencegah dan mengobati jerawat pada anak

1. Menjaga kebersihan tubuh anak

Jerawat pada anak umumnya disebabkan kebersihan tubuh yang kurang terjaga. Oleh karena itu, pastikan anak mandi bersih setelah beraktivitas. Pada bayi dan balita, ganti popok sesering mungkin agar tidak terjadi infeksi pada kulit anak.

2. Banyak mengonsumsi wortel

Wortel kaya akan vitamin A yang banyak digunakan sebagai komponen obat jerawat. Karena anak masih terlalu dini untuk menggunakan obat jerawat yang mengandung banyak bahan kimia, maka mengonsumsi wortel adalah pilihan yang tepat.

Baca juga:

3. Mengoleskan sari lemon pada lemon

Lemon sejak lama telah menjadi obat jerawat yang paling ampuh. Kandungan asam yang tinggi pada buah lemon mampu melawan bakteri jerawat. Oleskan perasan sari pada jerawat. Oles tipis-tipis saja agar anak tidak merasa perih dan sakit.

4. Kompres dengan es batu atau air es

Es batu dapat membekukan jerawat dan mencegah jerawat agar semakin membesar. Kompres daerah yang terinfeksi oleh jerawat sampai mengering dan hilang. Namun jika anak merasa terlalu dingin, maka cukup kompres dengan air es saja.

Baca juga:

5. Mengganti sarung bantal secara berkala

Sarung bantal yang kotor menjadi tempat berkembangnya bakteri dan menyebabkan munculnya jerawat. Oleh karena itu, sering-seringlah mengganti sarung bantal untuk mencegah menjamurnya bakteri.

Jerawat memang salah satu permasalahan yang tidak bisa dihindari, terutama pada anak-anak yang mengalami pubertas. Oleh karena itu sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh anak, mulai dari kebersihan badan hingga pola makan. Orang tua harus lebih berhati-hati dalam merawat anak agar jerawat tidak tumbuh pada kulit, karena jerawat kini tidak hanya menyerang remaja saja, tetapi juga bisa menyerang anak usia SD.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Oleh :
Kategori : Pencegahan