Sponsors Link

5 Jenis Salep Jerawat untuk Ibu Hamil yang Aman Digunakan

Sponsors Link

Siapa sih wanita yang ingin berhubungan dengan segala sesuatu tentang jerawat? Masalah kulit yang satu ini memang meresahkan siapa saja. Bagaimana tidak, ada dampak psikologis akibat jerawat yang harus ditanggung oleh penderitanya. Salah satunya adalah menurunnya kepercayaan diri seseorang karena jerawat yang tumbuh di wajah. Macam macam jenis jerawat dan cara mengatasinya juga berbeda-beda, tergantung jenis jerawat yang diderita apakah itu jerawat batu, jerawat kista, jerawat pasir atau jerawat nodul.

Sponsors Link

Begitu juga dengan waktu tumbuhnya jerawat yang tidak terduga, termasuk saat sedang hamil. Wanita yang sedang hamil akan mengalami ketidakseimbangan hormon di dalam tubuhnya sehingga muncullah jerawat. Kenali jenis hormon penyebab jerawat dan cara mengatasinya yang sering terjadi pada ibu hamil.

Ibu yang sedang hamil tentu tidak boleh sembarangan dalam melakukan cara mengatasi jerawat saat hamil, karena akan langsung mempengaruhi janin yang ada dalam kandungan. Begitu juga dengan cara menghilangkan bekas jerawat saat hamil yang menggunakan bahan alami.

Namun tidak semua ibu hamil bisa dan mau menggunakan bahan alami. Jika kulit ibu cenderung sensitif, bukan tidak mungkin menggunakan bahan yang alami justru menimbulkan iritasi. Jika ibu hamil ingin menggunakan salep jerawat untuk mengobati jerawatnya, berikut jenis dan kandungan salep jerawat untuk ibu hamil yang aman untuk dipakai.

1. Benzoyl peroxide

Senyawa benzoyl peroxide adalah obat jerawat yang sangat ampuh. Obat ini bekerja dengan cara mengangkat semua sumbatan pada pori-pori kulit dan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Efek samping yang ditimbulkan obat inicukup ekstrim, yaitu kondisi jerawat yang bertambah parah, memerah, dan mengelupas. Oleh karena itu jangan membeli obat ini tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Setelah penggunaan salep selama 4-6 minggu, hasilnya akan mulai tampak dan efek samping akan cepat berkurang. Selama Anda menggunakan obat ini, kulit akan menjadi kering, panas, perih, dan kesemutan.

Azelaic acid

Salep jerawat untuk ibu hamil yang aman adalah yang mengandung asam azelaic atau azelaic acid. Asam azelaic mempunyai fungsi yang sama dengan benzoyl peroxide, namun dengan kadar yang lebih rendah. Kandungan ini biasanya dipilih jika penggunaan benzoyl peroxide menimbulkan iritasi dan efek samping yang tidak diinginkan pada kulit.

Fungsi dari asam azelaic adalah membunuh bakteri pada jerawat dan mengangkat sel kulit mati. Setelah satu bulan pemakaian, baru salep ini akan menunjukkan hasil yang signifikan. Hindari paparan sinar matahari selama penggunaan zat ini agar kulit tidak memerah. Efek samping yang mungkin timbul antara lain kulit terasa gatal, kering, kemerahan, perih, dan terasa terbakar.

Jangan membeli salep ini tanpa resep dan anjuran dari dokter.

ads

3. Eritromisin

Eritromisin adalah salep ringan yang biasanya digunakan untuk meredakan iritasi dan peradangan pada mata. Oleh karena itu, kandungannya lebih ringan dari salep jerawat umumnya.

Sebagai anti biotik, eritromisin mampu membunuh bakteri yang ada di dalam jerawat secara perlahan. Obat ini juga tidak menimbulkan efek samping yang ekstrim seperti kedua obat sebelumnya. Oleh sebab itu salep ini juga membutuhkan waktu sedikit lama untuk bisa memberikan hasil yang maksimal. Penggunaan salep eritromisin pada ibu hamil harus di bawah pengawasan dokter.

4. Glycolic acid

Glycolic acid atau asam glikolat adalah zat aktif yang banyak digunakan sebagai kandungan krim pemutih dan krim kecantikan lainnya. Manfaat dari glycolic acid adalah mencerahkan wajah secara alami dan optimal, serta efektif untuk melawan pertumbuhan bakteri pada jerawat. Dosisnya yang tidak terlalyu tinggi membuat obat ini relatif aman untuk digunakan ibu yang sedang hamil.

Gunakan salep jerawat untuk ibu hamil yang mengandung glycolic acid dalam pengawasan dokter. Sembarangan membeli obat tanpa resep dokter akan berakibat langsung pada janin Anda.

5. Clindamycin

Clindamycin adalah sejenis obat antibiotik yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Fungsi dari clindamycin adalah membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang terjadi pada organ repoduksi wanita, sendi, atau saluran pencernaan.

Clindamycin juga ampuh sebagai obat untuk menghilangkan jerawat. Obat ini membantu menghentikan pertumbuhan bakteri pada kelenjar dan folikel sebaceous  yang menyembabkan tumbuhnya jerawat. Dosis obat ini tergolong rendah, oleh karena itu tidak berbahaya jika digunakan oleh wanita yang sedang hamil.

Obat yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Selain salep yang aman di atas, ibu hamil juga harus menghindari beberapa jenis salep dengan kandungan yang berbahaya jika digunakan selama masa kehamilan. Inilah jenis-jenis salep yang harus dihindari.

  • Isotretinoin

Obat penghilang jerawat dan komedo ini memang sangat ampuh dan mampu memberikan hasil yang cepat dan maksimal. Fungsi dari obat ini adalah menekan produksi sebum pada wajah langsung pada kelenjarnya untuk mengurangi resiko tumbuhnya jerawat pada kulit. 

Sponsors Link

Obat ini termasuk jenis obat berdosis tinggi, sehingga harus dihindari oleh wanita hamil, menyusui, dan wanita yang sedang dalam program memiliki anak.

  • Salicylic acid

Obat antibiotik satu ini juga baik untuk menghilangkan jerawat karena kemampuannya membersihkan penyumbatan yang terjadi pada pori-pori kulit secara maksimal. Obat in tergolong keras dan dilarang untuk ibu hamil dan menyusui. Efek samping yang ditimbulkan juga cukup ekstrim yakni kulit kemerahan dan sensitif terhadap sinar matahari.

  • Retinoid

Obat jerawat yang satu ini berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan mencegah penyumbatan pada folikel rambut wajah sehingga memicu munculnya jerawat. Penggunaan obat ini akan menimbulkan efek samping seperti iritasi kulit dan rasa perih pada kulit. Selama penggunaan obat ini dianjurkan untuk menghindari paparan langsung sinar matahari karena kulit menjadi sensitif.

Itulah beberapa jenis salep jerawat untuk ibu hamil yang aman untuk digunakan. Selalu ingat bahwa apapun jenis obat yang Anda gunakan selama masa kehamilan harus di bawah pengawasan dokter dan tidak boleh dibeli sembarangan. Setiap obat yang masuk ke tubuh Anda akan berpengaruh secara langsung pada kondisi kesehatan janin yang sedang Anda kandung.

ads
, ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan