Sponsors Link

Ingin Terapi Hormon untuk Jerawat? Baca Dulu Penjelasan Berikut

Sponsors Link

Hormon merupakan senyawa kimia yang memiliki peranan penting didalam tubuh, salah satunya juga berhubungan dengan pertumbuhan jerawat pada kulit. Kondisi hormon didalam tubuh sering dikaitkan dengan penyebab jerawat pada umumnya. Hal ini disebabkan karena hormon yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar didalam tubuh memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Sehingga ketika terjadi penghambatan atau dalam kondisi tertentu menyebabkan produksi hormon terhenti atau bahkan berlebih, maka menyebabkan ketidakstabilan hormon di dalam tubuh.

Sponsors Link

Salah satu tanda adanya ketidakstabilan hormon didalam tubuh tersebut melalui tumbuhnya jerawat di kulit. Oleh sebab itu, hormon penyebab jerawat juga memiliki beberapa penanganannya sendiri, salah satunya melalui terapi hormon. Berikut ini ada beberapa penjelasan mengenai terapi hormon untuk jerawat secara lengkap.

Faktor Hormonal pada Jerawat

Sebelum membahas mengenai terapi hormon untuk jerawat, perlu diketahui pula apa hubungan hormon dengan jerawat, dan beberapa kondisi penyebab jerawat agar tidak salah dalam menentukan langkah terapi hormon nantinya. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa kondisi ketidakstabilan hormon didalam tubuh yang kemudian menyebabkan tumbuhnya jerawat, oleh sebab itulah hormon dan jerawat memiliki hubungan yang erat.

Faktor hormonal memang menjadi faktor paling umum dan berpengaruh dalam tumbuhnya jerawat maupun komedo, salah satu faktornya adalah karena adanya peningkatan produksi hormon testosteron. Hormon penyebab jerawat ini memang ada baik di pria maupun wanita, sehingga kemungkinan tumbuhnya jerawat juga sama tergantung kondisi masing-masing. Hormon testosteron tersebut menimbulkan jerawat dengan cara merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi sebum berlebih, sehingga kulit menjadi berminyak. Ketika produksi kulit berlebih pada kulit maka dapat menyumbat pori-pori, ditambah dengan kotoran, bakteri penyebab jerawat, maupun tumpukan sel kulit mati kemudian memicu tumbuhnya jerawat.

Penyebab jerawat sendiri sebenarnya tidak hanya bergantung pada kondisi hormon didalam tubuh, namun juga dapat dipengaruhi beberapa kondisi lainnya, seperti :

  • Faktor stress atau banyak pikiran juga dapat mempengaruhi kondisi hormon didalam tubuh sehingga memicu jerawat.
  • Kelenjar minyak yang terlalu aktif, sehingga produksi minyak pada kulit menjadi berlebih dan menyebabkan tersumbatnya pori-pori kulit.
  • Faktor genetik atau faktor keturunan juga dapat menjadi penyebab munculnya jerawat, bahkan jika jerawat disebabkan karena faktor keturunan, faktor ini juga yang menjadi penyebab jerawat terus bermunculan dan sudah disembuhkan.
  • Bakteri penyebab jerawat yang ikut masuk pada pori-pori kulit juga dapat menyebabkan kulit menjadi rentan akan jerawat, dan masih banyak faktor penyebab lainnya.

Terapi Hormon

Dalam melakukan pengobatan jerawat, sebenarnya juga perlu untuk memperhatikan beberapa faktor penyebabnya terlebih dahulu. Hal ini disebabkan karena apabila pengobatan jerawat tidak sesuai dengan penyebabnya, maka akar permasalahannya tidak teratasi sehingga jerawat akan semakin sulit diobati atau bahkan dapat menjadi semakin parah. Pengobatan jerawat juga perlu diiringi dengan upaya untuk mengontrol diri, seperti mengatur pola makan, menjaga kebersihan, dan juga mengontrol faktor penyebab seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Terapi hormon yang dilakukan untuk jerawat sendiri merupakan salah satu cara atau upaya mengatasi masalah jerawat yang timbul dikulit, dan ini biasanya juga lebih mengarah pada munculnya jerawat yang disebabkan karena ketidakstabilan hormon didalam tubuh. Karena hormon memegang peranan penting didalam tubuh pula, maka dalam melakukan terapi dokter juga perlu atas dasar saran dari dokter maupun harus melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya ketidakstabilan hormon didalam tubuh yang semakin buruk.

Jika jerawat yang tumbuh memang disebabkan karena kondisi hormon didalam tubuh maka anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter. Memang bagi wanita dewasa, nantinya dokter biasanya akan memberikan terapi hormon anti androgen untuk membantu mengontrol kondisi hormon didalam tubuh. Salah satunya dapat melalui pil KB sebagai alternatif lain dari terapi anti antrogen. Kombinasi kontrasepsi oral atau konsumsi pil diketahui dapat berjalan efektif untuk mengatasi jerawat ketika digunakan dengan obat anti antrogen.

Sponsors Link

Beberapa pengobatan jerawat hormonal melalui terapi hormon seperti menggunakan obat yang mengandung estradiol etinil dengan norgestimate progestin dan juga norethindrone asetat juga dipercaya mampu mengubah tingkat dan aktivitas hormon yang memicu pertumbuhan jerawat. Namun perlu diperhatikan disini, bahwa terapi hormon untuk jerawat memang wajib melalui konsultasi dokter terlebih dahulu, karena ada beberapa faktor yang menungkatkan risiko obat yang akan dikonsumsi. Beberapa diantaranya seperti:

  • Riwayat penyakit yang diderita sebelumnya, terutama riwayat kanker payudara.
  • Serangan jantung, pembekuan darah, maupun juga stroke.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Pendarahan pada vagina secara abnormal.

Adanya beberapa risiko tersebut menyebabkan pasien juga harus dipantau secara teratur saat melakukan terapi hormon. Oleh sebab itu, ketika anda mengalami jerawat yang disebabkan karena kondisi hormon didalam tubuh, maka sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter untuk dilakukan penanganan yang benar dan juga aman. Terutama juga untuk menguji atau memeriksa keseimbangan hormon didalam tubuh anda.

ads
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan
Search
Doctors Talk

Seberapa tahu anda tentang jerawat ? dr. Deasy Thio, Sp.KK, Menjelaskan A-Z fakta mengenai jerawat, Yuk simak agar terbebas dari jerawat.